Me and STAN



Bismillahirrahmanirrahim....

Jumat, 21 Agustus 2015. Hari itu tepat hari terakhir UAS (Ujian Akhir Semester) Genap, semester 2 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), kini nama kampus Ali Wardhana ini telah berganti nama menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN, bila disingkat menjadi PKN-STAN. STAN disini bukan menjadi singkatan lagi, tapi lebih sekadar pelengkap agar identitas aslinya tidak hilang. Karena orang-orang pasti lebih mengenal STAN daripada PKN-STAN. Hehe. Saya sendiri masih belum rela melepas STAN dengan tambahan PKN. Hiks. Yang dulu dicita-citakan kan STAN, tahu-tahu pas udah masuk ke kampus ini, namanya diganti. Dan angkatan saya adalah angkatan pertama yang mengalami pergantian secara resmi nama STAN itu. Well, sebelumnya yuk kenalan dulu sama yang punya blog. Hehe. 

Saya Erik Darmawan, lahir di Cianjur, kota kecil berjuta.... berjuta apa ya? Agak bingung sih, tapi yang pasti tiap daerah pasti punya berjuta cerita. :).. Saya hobi membaca (lagi diusahakan, berusaha istiqomah), menulis (lumayanlah), menggambar (nah ini suka), dan mendengar. :o. Menyanyi juga suka, tapi buat sekadar hiburan aja. Itu dulu ya perkenalannya, senang berkenalan denganmu.

Di awal paragraf tadi saya menyinggung tentang UAS. Yap, mari simak uraian saya ini. Di semester dua ini ada delapan mata kuliah, yang pasti berkaitan dengan keuangan. Namanya juga kedinasan mengenai keuangan. Yang paling susah di mata kuliah semester dua ini menurut saya, Pengantar Akuntansi II. Walaupun saya punya latar belakang jurusan Akuntansi dari SMK, tapi di perkuliahan diploma III ini materinya buaru lagi, jadi harus bener-bener belajar lagi. Fatalnya adalah, saya kurang begitu fokus dan meluangkan waktu untuk mempelajari sendiri mata kuliah tersebut. Oh obligasi, investasi dalam obligasi dan investasi dalam saham, mari masuklah ke dalam jiwa ini. Nah, yang bikin sulit waktu ujian tuh karena kita kurang persiapan dan kurang pemahaman akan materi tersebut. Hmm, pokoknya saya harus lebih rajin dan lebih giat lagi dalam belajar. Gak usah malu dikatain kutu buku, justru sekarang nge-tren-nya kalo gak belajar gak asik. Malah dikatain ‘psytrap’, entahlah apa artinya kata tersebut, tapi biasanya suka mewabah beberapa minggu atau hari sebelum Ujian Tengah/Akhir Semester. Di STAN itu kegiatan perkuliahannya sudah sangat terjadwal, mungkin kampus lain juga banyak sih yang gitu, tapi gak semua. Rata-rata kampus lain itu bisa milih jadwal,sks (satuan kredit semester),beban mata kuliah sendiri, tapi di kampus ini semua sudah dijadwalkan setiap semesternya. Istilahnya kalo kata temen yang di universitas itu dipaket. Karena saya belum pernah kuliah di perguruan tinggi negeri atau swasta, jadi kurang begitu paham. Karena STAN itu sendiri adalah perguruan tinggi kedinasan yang nantinya disiapkan untuk bekerja di lingkungan pemerintahan sesuai instansi kementrian terkait.

Kalo di semester satu sebelumnya, mata kuliahnya masih umum, belum terlalu menjurus tentang ilmu keungan khususon akuntansi yang menjadi jurusan (spesialisasi/program studi) yang saya ambil dan dapatkan ini. Jadi masih ‘agak-bisa-cukup-nyantai’. Tapi, gak boleh terus-terusan kayak gitu. Apalagi ancaman DO (Drop Out) yang selalu mengintai di setiap semesternya. Hal tersebut memang harus diingat, tapi bukan berarti terus dipikirkan, intinya kita harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Itu sedikit pengalaman yang saya dapat bagikan hari ini, sampai jumpa di kiriman berikutnya. Salam.

Komentar

  1. Balasan
    1. Thanks for your support! Draft mah udah banyak, tinggal dirapiin, dan mengumpulkan niat buat posting lagi wkwkw

      Hapus
    2. Two years later ... dan masih kosong wkwkw

      Hapus
  2. Two years later.. dan masih kosong juga wkwkw

    BalasHapus

Posting Komentar